17 Agustus 2012

Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Di Indonesia, menurut UU RI no. 9/1985 dan UU RI no. 31/2004, kegiatan yang termasuk dalam perikanan dimulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Dengan demikian, perikanan dapat dianggap merupakan usaha agribisnis.
Umumnya, perikanan dimaksudkan untuk kepentingan penyediaan pangan bagi manusia. Selain itu, tujuan lain dari perikanan meliputi olahraga, rekreasi (pemancingan ikan), dan mungkin juga untuk tujuan membuat perhiasan atau mengambil minyak ikan.
Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pembibitan, pembesaran) ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha (komersial/bisnis).

Sejarah perikanan

Mesir membawa ikan, dan dibelah untuk tujuan diasinkan
Salah satu sejarah perdagangan dunia yang tertua yaitu perdagangan ikan cod kering dari daerah Lofoten ke bagian selatan Eropa, Italia, Spanyol dan Portugal. Perdagangan ikan ini dimulai pada periode Viking atau sebelumnya, yang telah berlangsung lebih dari 1000 tahun, namun masih merupakan jenis perdagangan yang penting hingga sekarang.
Di India, Pandyas, kerajaan Tamil Dravidian tertua, dikenal dengan tempat perikanan mutiara diambil sejak satu abad sebelum masehi. Pelabuhan Tuticorin dikenal dengan perikanan mutiara laut dalam. Paravas, bangsa Tamil yang berpusat di Tuticorin, berkembang menjadi masyarakat yang makmur oleh karena perdagangan mutiara mereka, pengetahuan ilmu pelayaran dan perikanan.

Pengelolaan sumberdaya ikan

Pengelolaan sumberdaya ikan adalah semua upaya termasuk proses yang terintegrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumberdaya ikan, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan yang bertujuan agar sumberdaya ikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mencapai kelangsungan produktivitas sumberdaya hayati perairan yang terus menerus.

Penangkapan ikan

Penangkapan ikan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, mengolah atau mengawetkannya. Usaha perikanan yang bekerja di bidang penangkapan tercakup dalam kegiatan perikanan tangkap (capture fishery).

Pembudidayaan ikan

Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan dan/atau membiakkan ikan dan memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol. Usaha perikanan yang berupa produksi hasil perikanan melalui budidaya dikenal sebagai perikanan budidaya atau budidaya perairan (aquaculture).

Referensi

04 Juli 2012


     I.     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Usaha budidaya perikanan merupakan dari ilmu pengetahuan yang dalam perkembangannya membutuhkan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi perikanan. Oleh karenanya berbagai penelitian tentang biologi ikan pada berbagai tahapan perkembangan sangant diperlukan. Hasil penelitian pada beberapa spesies menunjukan bahwa pola perkembangan embrio ikan relatif sama. Perkembangan embrio pada ikan diawali dengan pembuahan telur oleh spermatozoa. Pembuahan adalah proses pertemuan, penetrasi spermatozoon pada sel telur dan penggabungan materi inti (Sumantadinata, 1983).

Pada waktu terjadi peleberan spermatozoon dengan inti telur, terjadi pula persatuan material genetik yang berasal dari induk jantan dan betina. Baik telur ataupun spermatozoon membawa sifat dari masing – masing induk di dalam kromosomnya. Kromosom merupakan benang – benang halus yang terletak didalam inti sel, di dalamnya trdapat materi genetik yang bertanggung jawab unuk transmisi atau pemindahan sifat keturunan. Penggabungan pronukler jantan dan betina diikuti denga terbentuknya membran inti dan mengadakan terbentuknya zigot diploid yang siap untuk melangsungkan pembelahan segmentasi (cleavage) dan perkembangan berikutnya.

Berbeda dengan pmbelahan  holholoblastic, pada telur ikan nilem yang merupakan telur telolecithal dinamakan moroblastic dimana kuning telurnya tidak ikut membelah, tetapi yang membelah hanya bagian protoplasma yang terdapat dikutub animalis. Sel – sel hasil pembelahan segmentasi akan membentuk suatu struktur yang mirip dengan buah mulberry sehingga disebut morula. Pada stadium ini blastoderma berbentuk seperti mangkok terbalik. Ronga yang terbentuk sebagai akibat penataan sel – sel hasil pembelahan segmentasi dinamakan stadium blastula awal. Kelanjutan di tahap blastula yaiu grastrula. Pada tahap ini pembelahan dan pergerakan sel berjalan lebih cepat dari pada stadium blastula. Tahap gastrula ditandai dengan dengan pergerakan blastoderma menuju kutub vegetalis.

Pertama – tama sel – sel pada lapisan dalam blastoderma bergrak keluar untuk bergabung dengan lapisan pembungkus dan selanjutnya sel – sel tersebut bergerak pada permukaan yolk. Gerakan sel di permukaan yolk tersebut sebagai akibat poliferasi sel dari kutub animal. Pada saat blasoderma yang melakukan opiboli telah mencapai atau melewati garis ekuator telur, sel – sel penyusun blastoderma di bagian dalam bergerak masuk kedalam tubuh embrio. Prosese ini disebut dengan involusi atau emboli. Sel sel yang telah melakukan involusi tersebut selanjutnya bergerak ke arah kutub animalis dan menata diri membentuk lapisan baru sejajar dengan blastoderma yang melakukan epiboli disebut epiblas (Gilbert, 2000). Dengan terbentuknya hipoblas dan epiblas maka blastoderma terdepan menjadi lebih tebal dan disebut cincin germinal (germ ring). Cincin germinal tersebut dapat disertakan denan blastoporus paa embrio katak. Seiring dengan bergeraknya cincin germinal menuju kutub vegetalis, maka diameter cincin germinal menjadi semakin mengecil.
.

B.     Tujuan
Tujuan dari acara praktikum ini adalah :
1.    Mengetahui perkembangan awal telur ikan
2.    Usaha pencegahan terhadap musuh – musuh telur ikan berkembang dalam rangka menyediakan sarana yang memenuhi persyaratan untuk perkembangan telur yang baik.

selengkapnya bisa di download disini