07 Desember 2012


PROSES PASCA PANEN / PENGERINGAN RUMPUT LAUT

Gracillaria gigas adalah jenis rumput laut, Thalli agak besar dibandingkan dengan G. verrucosa, silindris, agak kasar dan kaku, warna hijau-kuning atau hijau. Ukuran thalli mencapai 30 cm dengan diameter sekitar 0,5 - 2 mm. Percabangan cenderung memusat ke pangkal, memanjang dan berselang-seling. Belum bayak diketahui di Indonesia. Sama halnya dengan G. verrucosa. Sudah dibudidayakan di tambak Mengandung bahan untuk agar. Untuk Ekspor ke Jepang. Budidaya rumput laut untuk pembuatan agar. Potensi ekonomi 1 ha = 5 ton. (Anonim, 2012)
Syarat mutu pengolahan rumput laut yang dipersyaratkan sesuai Standar Nasional Indonesia adalah diuji oleh bahan kimia, fisika dan sensori. (Anonim, 2012). Gracilaria gigas termasuk jenis rumput laut dari kelas Rhodophyceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil agar. Besarnya bobot agar dari Gracilaria sangat tergantung dari jenis, lama perendaman, lama ekstraksi, konsentrasi zat yang digunakan dalam perendaman dan pelembutan, metode ekstraksi yang digunakan dan faktor lingkungan. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui bobot agar G. gigas sistem tali tunggal dengan metode budidaya dan asam yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split plot dengan 4 kali ulangan. Main plot adalah metode budidaya yaitu dasar, lepas dasar dan apung, sedangkan sub plot adalah jenis asam yang digunakan yaitu asam sitrat dan ekstrak jeruk nipis. Parameter utama yang diamati berupa bobot agar. Parameter pendukung yang diamati yaitu kualitas agar yang meliputi warna, viskositas, kadar air dan kadar abu. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode budidaya dan asam yang berbeda menghasilkan bobot agar yang berbeda nyata. Bobot agar tertinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan metode budidaya apung dengan asam sitrat yaitu sebesar 55,68%. (Nurjanah F., 2010)
Rumput Laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut pada saat berusia sekitar 45 sampai 60 hari (akan sangat tergantung pada kesuburan lokasi penanaman) atau dengan memilih tanaman yang dianggap sudah cukup matang untuk dikeringkan, kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan cara demikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadar karaginan, sebelum dikeringkan hasil panen dicuci atau disemprot terlebih dahulu dengan menggunakan air laut untuk menghilangkan lumpur dan kotoran lainnya. Apabila tidak ada permintaan lain dari pembeli maka keringkan langsung dengan sinar matahari dengan dialasi gedek, krey bambu, daun kelapa atau dengan menggunakan bahan lainnya. (Suksesmina, 2011)
Untuk pengeringan selama musim penghujan, dapat dilakukan dengan mengangin-anginkan rumput laut di atas rak (dengan ketebalan setitar 5 sampai 8 cm.) atau dengan cara diikat dalam bentuk rumpun dan digantung di dalam gudang. Dapat pula dilakukan dengan menggunakan alat pengering khusus, seperti menggunakan penghembus udara panas. (Suksesmina, 2011)
Pengeringan diusahakan sampai pada kekeringan yang cukup dengan kandungan air sekitar 24 %, sehingga pada saat penyimpanan, kandungan air pada rumput kembali menjadi sekitar maksimal 30 %. Apabila diremas dan terasa sakit pada telapak tangan, artinya kekeringan rumput laut sudah cukup baik. Rasio basah : kering pada umumnya sekitar 9 : 1 atau 8 : 1. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain dinyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 %. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 %. (Suksesmina, 2011)
Rumput kemudian diayak atau diperlakukan lain untuk merontokkan butir-butir halus garam dan/atau debu yang masih melekat serta sekaligus melakukan sortir ulang. Hasilnya kemudian dimasukan ke dalam karung dan penyimpanan dilakukan di gudang yang terhindar dari embun, air hujan atau air tawar lainnya. Gudang harus ditata sedemikian rupa, sehingga memiliki sirkulasi udara yang cukup baik. (Suksesmina, 2011)
Pengepakan atau pengisian dalam karung dapat disesuaikan dengan permintaan pembeli dengan berat sekitar 50, 75 atau 100 kg. per karung/bal. Untuk mengefektifkan ruangan (baik dalam gudang atau alat transportasi) sebaiknya pengepakan dilakukan dengan mesin press. (Suksesmina, 2011)
Langkah-langkah pengolahan rumput laut menjadi bahan baku (rumput kering) adalah sebagai berikut : (Anonim, 2012)
1.    Rumput laut dibersihkan dari kotoran, seperti pasir, batu-batuan, kemudian dipisahkan dari jenis yang satu dengan yang lain.
2.    Setelah bersih, rumput laut dijemur sampai kering. Bila cuaca cukup baik, penjemuran hanya membutuhkan 3 hari. Agar hasilnya berkualitas tinggi, rumput laut dijemur di atas para-para dan tidak boleh ditumpuk. Rumput laut yang telah kering ditandai dengan keluarnya garam.
3.    Pencucian dilakukan setelah rumput laut kering. Sebagai bahan baku agar-agar, rumput laut kering dicuci dengan air tawar. Sedangkan untuk menjadi karaginan dicuci dengan air laut. Setelah bersih rumput laut dikeringkan lagi kira-kira 1 hari. Kadar air yang diharapkan setelah pengeringan sekitar 28 %. Apabila dalam proses pengeringan hujan turun, maka rumput laut dapat disimpan pada rak-rak, tetapi diusahakan diatur sedemikan rupa sehingga tidak saling tindih. Untuk rumput laut yang diambil keraginannya tidak boleh terkena air tawar karena air tawar dapat melarutkan karaginan.
4.    Rumput laut kering setelah penggeringan kedua, kemudian di ayak untuk menghilangkan kotoran yang masih tertinggal
Tempat pengeringan Glacillaria gigas, bak, plastik dan nampan berfungsi untuk menempatkan rumput laut yang kita olah. Sedangkan bahan yang kita gunakan adalah Glacillaria gigas dan air tawar sebagai medianya, kemudian kapur tohor yang berfungsi untuk pemucatan pada rumput laut/Glacirraria gigas.

Daftar Pustaka 

Anonim . 2012 . Rumput Laut . http://id.wikipedia.org/wiki/Gulma_laut.

Anonim . 2012 . Rumput Laut / Alga. http://www.iptek.net.id.

Anonim . 2012 . Pengelolaan Rumput Laut  . Pembuatan Rumput Laut Kering . http://algacorp.blogspot.com . Diakses tanggal 6 Desember 2012


Anonim . 2012 . Pasar Pisik-Komoditas Pasar. Standar Mutu Rumput Laut . Hal. 1-5 . Jakarta.

Nurjanah F. . 2010 . Bobot Agar Rumput Laut Gracilaria gigas Hasil Budidaya Sistem Tali Tunggal Dengan Metode Penanaman Dan Asam Yang Berbeda Dalam Proses Ekstraksi . Student Thesis . Fakultas Biologi . Universitas Jenderal Soedirman . Purwokerto.


Suksesmina . 2011 . Proses Pengeringan Rumput Laut . http://suksesmina. wordpress.com/2011/01/27/proses-pengeringan-rumput-laut/.


Tidak ada komentar: