PROSES PASCA
PANEN / PENGERINGAN RUMPUT LAUT
Gracillaria gigas adalah jenis rumput laut, Thalli
agak besar dibandingkan dengan G. verrucosa, silindris, agak kasar dan kaku,
warna hijau-kuning atau hijau. Ukuran thalli mencapai 30 cm dengan diameter
sekitar 0,5 - 2 mm. Percabangan cenderung memusat ke pangkal, memanjang dan
berselang-seling. Belum bayak diketahui di Indonesia. Sama halnya dengan G.
verrucosa. Sudah dibudidayakan di tambak Mengandung bahan untuk agar. Untuk
Ekspor ke Jepang. Budidaya rumput laut untuk pembuatan agar. Potensi ekonomi 1
ha = 5 ton. (Anonim, 2012)
Syarat mutu pengolahan rumput laut yang dipersyaratkan
sesuai Standar Nasional Indonesia adalah diuji oleh bahan kimia, fisika dan
sensori. (Anonim, 2012). Gracilaria gigas termasuk jenis rumput laut dari
kelas Rhodophyceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan salah satu
jenis rumput laut penghasil agar. Besarnya bobot agar dari Gracilaria
sangat tergantung dari jenis, lama perendaman, lama ekstraksi, konsentrasi zat
yang digunakan dalam perendaman dan pelembutan, metode ekstraksi yang digunakan
dan faktor lingkungan. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui
bobot agar G. gigas sistem tali tunggal dengan metode budidaya dan
asam yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split plot dengan 4 kali ulangan. Main plot
adalah metode budidaya yaitu dasar, lepas dasar dan apung, sedangkan sub plot
adalah jenis asam yang digunakan yaitu asam sitrat dan ekstrak jeruk nipis.
Parameter utama yang diamati berupa bobot agar. Parameter pendukung yang
diamati yaitu kualitas agar yang meliputi warna, viskositas, kadar air dan
kadar abu. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode budidaya dan asam
yang berbeda menghasilkan bobot agar yang berbeda nyata. Bobot agar tertinggi
diperoleh dari kombinasi perlakuan metode budidaya apung dengan asam sitrat
yaitu sebesar 55,68%. (Nurjanah F., 2010)
Rumput Laut dikeringkan
dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau
dua hari penjemuran sesudah panen dari laut pada saat berusia sekitar 45 sampai
60 hari (akan sangat tergantung pada kesuburan lokasi penanaman) atau dengan
memilih tanaman yang dianggap sudah cukup matang untuk dikeringkan, kemudian
dijemur lagi sampai kering. Dengan cara demikian dihasilkan rumput laut yang
bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian
sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadar karaginan,
sebelum dikeringkan hasil panen dicuci atau disemprot terlebih dahulu dengan
menggunakan air laut untuk menghilangkan lumpur dan kotoran lainnya. Apabila
tidak ada permintaan lain dari pembeli maka keringkan langsung dengan sinar
matahari dengan dialasi gedek, krey bambu, daun kelapa atau dengan menggunakan
bahan lainnya. (Suksesmina, 2011)
Untuk pengeringan selama musim penghujan, dapat dilakukan
dengan mengangin-anginkan rumput laut di atas rak (dengan ketebalan setitar 5
sampai 8 cm.) atau dengan cara diikat dalam bentuk rumpun dan digantung di
dalam gudang. Dapat pula dilakukan dengan menggunakan alat pengering khusus,
seperti menggunakan penghembus udara panas. (Suksesmina, 2011)
Pengeringan diusahakan sampai pada kekeringan yang cukup
dengan kandungan air sekitar 24 %, sehingga pada saat penyimpanan, kandungan
air pada rumput kembali menjadi sekitar maksimal 30 %. Apabila diremas dan
terasa sakit pada telapak tangan, artinya kekeringan rumput laut sudah cukup
baik. Rasio basah : kering pada umumnya sekitar 9 : 1 atau 8 : 1. Dalam standar
perdagangan rumput laut antara lain dinyatakan bahwa benda-benda asing yang
terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 %. Kandungan
air (moisture content) tidak lebih dari 30 %. (Suksesmina, 2011)
Rumput kemudian diayak atau diperlakukan lain untuk
merontokkan butir-butir halus garam dan/atau debu yang masih melekat serta
sekaligus melakukan sortir ulang. Hasilnya kemudian dimasukan ke dalam karung
dan penyimpanan dilakukan di gudang yang terhindar dari embun, air hujan atau
air tawar lainnya. Gudang harus ditata sedemikian rupa, sehingga memiliki
sirkulasi udara yang cukup baik. (Suksesmina, 2011)
Pengepakan atau pengisian dalam karung dapat disesuaikan
dengan permintaan pembeli dengan berat sekitar 50, 75 atau 100 kg. per
karung/bal. Untuk mengefektifkan ruangan (baik dalam gudang atau alat
transportasi) sebaiknya pengepakan dilakukan dengan mesin press. (Suksesmina,
2011)
Langkah-langkah
pengolahan rumput laut menjadi bahan baku (rumput kering) adalah sebagai
berikut : (Anonim, 2012)
1. Rumput
laut dibersihkan dari kotoran, seperti pasir, batu-batuan, kemudian dipisahkan
dari jenis yang satu dengan yang lain.
2. Setelah
bersih, rumput laut dijemur sampai kering. Bila cuaca cukup baik, penjemuran
hanya membutuhkan 3 hari. Agar hasilnya berkualitas tinggi, rumput laut dijemur
di atas para-para dan tidak boleh ditumpuk. Rumput laut yang telah kering
ditandai dengan keluarnya garam.
3. Pencucian
dilakukan setelah rumput laut kering. Sebagai bahan baku agar-agar, rumput laut
kering dicuci dengan air tawar. Sedangkan untuk menjadi karaginan dicuci dengan
air laut. Setelah bersih rumput laut dikeringkan lagi kira-kira 1 hari. Kadar air
yang diharapkan setelah pengeringan sekitar 28 %. Apabila dalam proses
pengeringan hujan turun, maka rumput laut dapat disimpan pada rak-rak, tetapi
diusahakan diatur sedemikan rupa sehingga tidak saling tindih. Untuk rumput
laut yang diambil keraginannya tidak boleh terkena air tawar karena air tawar
dapat melarutkan karaginan.
4. Rumput
laut kering setelah penggeringan kedua, kemudian di ayak untuk menghilangkan
kotoran yang masih tertinggal
Tempat pengeringan Glacillaria
gigas, bak, plastik dan nampan berfungsi untuk menempatkan rumput laut yang
kita olah. Sedangkan bahan yang kita gunakan adalah Glacillaria gigas dan air tawar sebagai medianya, kemudian kapur
tohor yang berfungsi untuk pemucatan pada rumput laut/Glacirraria gigas.
Daftar Pustaka
Anonim . 2012 . Rumput Laut . http://id.wikipedia.org/wiki/Gulma_laut.
Anonim . 2012 . Pengelolaan Rumput Laut . Pembuatan Rumput Laut Kering . http://algacorp.blogspot.com . Diakses tanggal 6 Desember 2012
Anonim . 2012 . Pasar
Pisik-Komoditas Pasar. Standar Mutu Rumput Laut . Hal. 1-5 . Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar